Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-7. Koneksi Antar Materi

  COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-7. Koneksi Antar Materi   1.        Tuliskan kaitan antara CP mata pelajaran yang Anda ampu dengan CP CT untuk fase yang akan Anda ampu! Dalam fase F pada mata pelajaran Basis data, peserta didik diajarkan untuk memahami dan menerapkan berbagai aspek pengelolaan basis data, termasuk konsep struktur, aturan, dan berbagai bahasa pengelolaan data. Ini mengharuskan mereka untuk memiliki kemampuan analitis yang kuat dalam mengelola data dan informasi.   Sementara dalam fase E Computasional Thinking, peserta didik diajarkan untuk menganalisis dan memilih solusi terbaik dari berbagai strategi algoritmik, dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari setiap solusi. Mereka juga belajar merancang struktur data yang lebih kompleks dan abstrak.   Kaitan antara keduanya adalah bahwa keduanya menekankan kemampuan analitis yang kuat, pemecahan...

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep   1.     Menurut Anda, bagaimana posisi CT di Indonesia jika dibandingkan keberadaannya di beberapa negara lain yang sudah berupaya terlebih dahulu untuk memasukkan CT ke dalam kurikulumnya? Posisi Berpikir Komputasional (CT) di Indonesia terlihat sedang berkembang dan mengikuti tren global. Beberapa negara lain telah lebih dulu memasukkan CT ke dalam kurikulum pendidikan mereka, sementara di Indonesia, hal ini mungkin masih dalam proses pengembangan. Namun, upaya dan kesadaran untuk mengintegrasikan CT dalam pendidikan semakin meningkat, menunjukkan komitmen untuk memajukan pendidikan berbasis teknologi dan berpikir komputasional di Indonesia.   

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep

  COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep   1.        Bagi calon guru kelas I sampai VI. Ceritakan dengan kata-kata Anda sendiri terkait peningkatan capaian yang ada pada fase A sampai C. Apakah Anda dapat melihat peningkatan capaian dari fase A-C? Jelaskan jawaban Anda ! Kita bisa melihat peningkatan capaian dari fase A hingga fase C dalam pengembangan berpikir komputasional. -           Pada fase A, peserta didik belajar menggunakan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah sederhana sehari-hari dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mengelompokkan objek konkret. -             Pada fase B, mereka menjadi lebih cakap dalam menggunakan berpikir komputasional dengan membandingkan, memilih, memilah, dan menyusun himpunan data kecil hasil abstraksi benda konkret. Mereka juga belajar untuk...

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-2. Mulai dari Diri

  COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-2. Mulai dari Diri   1.        Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT di dalam Kurikulum Merdeka? Menurut pendapat saya penting untuk memasukkan pemikiran komputasi dalam kurikulum karena itu akan membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir analitis, pemecahan masalah, dan pemahaman teknologi. Hal ini relevan dalam dunia yang semakin tergantung pada teknologi dan komputasi.   2.        Karena CT berada dalam kurikulum, CT dipandang sebagai sesuatu yang perlu dipelajari oleh peserta didik. Menurut Anda, mengapa CT tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri? Computational Thinking tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri karena ini adalah keterampilan dasar yang dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran, seperti matematika, ilmu komputer, dan ilmu pengetahuan lainnya. Integrasi CT ke dalam ku...

01.02.3-T2-8 Aksi Nyata

  PEMAHAMAN PESERTA DIDIK 01.02.3-T2-8 Aksi Nyata   1.     Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari konsep RPP khususnya penyusunan, evaluasi dan refleksi? Setelah mempelajari konsep RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan fokus pada penyusunan, evaluasi, dan refleksi, beberapa pemahaman baru yang saya peroleh meliputi:   1. Penyusunan RPP: RPP adalah dokumen penting dalam perencanaan pembelajaran. Ini mencakup tujuan pembelajaran, strategi pengajaran, bahan ajar, dan penilaian. Penyusunan RPP yang baik memerlukan pemikiran yang cermat untuk memastikan pembelajaran yang efektif.   2. Evaluasi RPP: Evaluasi RPP diperlukan untuk memastikan bahwa rencana pembelajaran tersebut sesuai dengan standar kurikulum dan tujuan pembelajaran. Evaluasi juga membantu guru memperbaiki RPP mereka jika diperlukan.   3. Refleksi: Refleksi adalah proses penting dalam perbaikan pengajaran. Guru ...

01.02.3-T2-7 Koneksi Antar Materi

  PEMAHAMAN PESERTA DIDIK 01.02.3-T2-7 Koneksi Antar Materi   1.     Berdasarkan rencana pembelajaran yang telah dirancang oleh seorang guru, apakah guru perlu melakukan penilaian terhadap semua kegiatan yang dilakukan? Atau apakah guru dapat memilih beberapa kegiatan tertentu saja? Guru perlu melakukan penilaian terhadap beberapa kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, bukan semua kegiatan.   2.     Menurut Anda, apa hal yang perlu guru pertimbangkan dalam menentukan asesmen yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ia rancang? Mengapa demikian? Guru perlu mempertimbangkan apakah asesmen tersebut akan mengukur pemahaman siswa terhadap tujuan pembelajaran, serta sejauh mana asesmen itu relevan dengan materi yang diajarkan. Hal ini penting agar penilaian dapat memberikan informasi yang akurat tentang kemajuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.    

1.02.3-T2-6 Elaborasi Pemahaman

  PEMAHAMAN PESERTA DIDIK 01.02.3-T2-6 Elaborasi Pemahaman   1.     Menurut Anda, apakah yang perlu Siti lakukan bedasarkan situasi yang ia hadapi? Siti perlu mempertimbangkan untuk mengubah rencana pembelajarannya berdasarkan kesiapan belajar murid-muridnya. Ini dapat melibatkan penyesuaian metode pengajaran, tingkat kesulitan materi, atau bahkan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.   2.     Menurut Anda, apakah situasi yang Siti hadapi adalah sesuatu yang lumrah terjadi? Ya, situasi yang dihadapi Siti adalah sesuatu yang lumrah terjadi dalam pengajaran. Setiap kelas memiliki keunikan, dan guru harus siap untuk menyesuaikan rencana pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.   3.     Sebagai calon guru, apa yang akan anda lakukan jika mengalami   situasi yang terjadi di kelas Siti? Jika mengalami situasi serupa, sebagai calon guru, sa...

01.02.3-T2-5 Demostrasi Konstektual

  PEMAHAMAN PESERTA DIDIK 01.02.3-T2-5 Demostrasi Konstektual   1.     Menurut Anda, apa saja hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat perencanaan pembelajaran yang ideal untuk menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik? Kebutuhan Siswa: Perlu memahami kebutuhan, minat, dan tingkat pemahaman siswa. Tujuan Pembelajaran : Menentukan tujuan yang jelas dan spesifik untuk materi yang akan diajarkan. Metode Pengajaran : Memilih metode pengajaran yang sesuai dengan tujuan dan siswa, agar pembelajaran efektif. Sumber Belajar : Menentukan sumber-sumber bahan ajar yang relevan dan bermanfaat. Evaluasi Pembelajaran : Menciptakan cara untuk mengukur pemahaman siswa dan memastikan tujuan tercapai. Kontekstualisasi : Memadukan materi pelajaran dengan pengalaman serta budaya siswa.   2.     Menurut Anda, apa kriteria perencanaan pembelajaran yang ideal? Mengapa? Relevansi: ...

01.02.3-T2-3 Eksplorasi Konsep-4

  Mata Kuliah        : Pemahaman Tentang Peserta Didik Tugas                     : 01.02.3-T2-3 Eksplorasi Konsep-4               1.        Apa keunggulan dan kelemahan penerapan DAP di ruang kelas? Keunggulan : Pendekatan Developmental Appropriate Practice (DAP) menempatkan anak sebagai tokoh utama dalam pembelajaran, dengan fokus pada kegiatan yang mendukung ide-ide anak. Ini termasuk memberi kesempatan kepada anak untuk aktif bergerak, bertanya, menjelajah, dan mencoba hal-hal baru. Media pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak prasekolah yang membutuhkan benda nyata untuk melibatkan indera mereka. DAP menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan dengan pendekatan bermain dalam lingkungan belajar. Tujuann...

01.08.PPA1.SMK-T2-7 Koneksi Antar Materi

Gambar
  PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN I 01.08.PPA1.SMK-T2-7 Koneksi Antar Materi   Lembar Kerja Lk 2.f Koneksi Antar Materi tentang prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen di SMK   dalam merencanakan, melaksanakan, dan asesmen dengan berbagai model dan konteks pembelajaran, seperti project based learning, teaching factory, kelas industri, kelas kewirausahaan.   Koneksi Antar Materi tentang telaah prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen di SMK   dalam merencanakan, melaksanakan, dan asesmen dengan berbagai model dan konteks pembelajaran, seperti project based learning , teaching factory , kelas industri, kelas kewirausahaan. Jawaban:        

01.08.PPA1.SMK-T2-6 Elaborasi Pemahaman

  PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN I 01.08.PPA1.SMK-T2-6 Elaborasi Pemahaman 1.     Untuk memperdalam pemahaman Anda tentang telaah prinsip-prinsip pembelajaran dan asesmen di SMK   dalam merencanakan, melaksanakan, dan asesmen dengan berbagai model dan konteks pembelajaran di SMK, seperti project based learning, teaching factory, kelas industri, kelas kewirausahaan., buatlah pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang masih belum Anda pahami. Pertanyaan ini akan didiskusikan dengan rekan, dosen atau instruktur tamu. Jawab: 1.     Bagaimana model Project Based Learning (PjBL) dapat diterapkan secara efektif dalam berbagai mata pelajaran di SMK? 2.     Bagaimana sekolah dapat menjalin kemitraan yang kuat dengan industri untuk mendukung Teaching Factory (Tefa) dan apa manfaat utamanya? 3.     Bagaimana pengelolaan sumber daya yang efisien dapat mendukung pelaksanaan Kelas Industri (Prakt...

Lk 2.d Pembelajaran dan Asesmen pada Kelas Kewirausahaan

  PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN I Lk 2.d Pembelajaran dan Asesmen pada Kelas Kewirausahaan   Lembar kerja Lk 2.d Pembelajaran dan Asesmen pada Kelas Kewirausahaan. 1.     Apa yang Anda pahami manfaat penerapan pembelajaran berbasis kelas kewirausahaan? Jawab: Penerapan pembelajaran berbasis kelas kewirausahaan memiliki manfaat dalam mengembangkan keterampilan wirausaha, meningkatkan kreativitas, dan mempersiapkan siswa untuk memahami dan mengelola bisnis mereka sendiri di masa depan. 2.     Sebuah SMK terletak di pedesaan, masyarakat di sekitar sekolah kebanyakan menanam singkong dan apel. Hasilnya melimpah dan apabila musim panen harga jual singkong dan apel cenderung menurun. Menurut Anda, pengembangan pembelajaran kelas kewirausahaan seperti apa yang akan Anda tawarkan kepada peserta didik? Bagaimana kaitannya dengan penerapan prinsip pembelajaran yang memanfaatkan teknologi pada kelas kewirausahaan yang And...

Lk 2.c Pembelajaran dan Asesmen pada pada Kelas Industri

  PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN I Lk 2.c Pembelajaran dan Asesmen pada pada Kelas Industri   Lembar Kerja Lk 2.c Pembelajaran dan Asesmen pada pada Kelas Industri. 1.     Apa yang Anda pahami tentang pembelajaran dan asesmen kelas industri? Jawab: Pembelajaran dan asesmen kelas industri adalah cara di mana siswa mendapatkan pengalaman kerja praktis di tempat kerja yang nyata sebagai bagian dari kurikulum mereka di sekolah. Ini mencakup pelatihan di dunia industri yang sesungguhnya dan penilaian kinerja siswa selama praktik kerja lapangan.   2.     Program pembelajaran kelas industri sudah dijalankan di beberapa SMK bekerjasama dengan industri pasangan. Sebutkan bentuk kelas industri yang sudah berjalan di sekolah Anda. Kalau belum memiliki kelas industri, apa masalahnya.   Bagaimana solusinya menurut Anda? Jawaban: Di sekolah kami, saat ini belum ada kelas industri yang berjalan. Mas...