Postingan

01.01.2-T3-8. Aksi Nyata Filosofi Pendidikan

  Nama                     : Elania Ari Lailatul Musidah NIM                        : 233153712632 Mata Kuliah         : Filosofi Pendidikan Tugas                     : 01.01.2-T3-8. Aksi Nyata                1.        Mahasiswa mengobservasi secara kritis tanda dan simbol yang ada di ekosistem sekolah dan proses pembelajaran tentang penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan Kebhineekaan merupakan sebuah keragaman yang ada di Indonesia meliputi suku, budaya, agama, bahasa yang yang lain sebagainya. Di sekolah tempat sat...

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-7. Koneksi Antar Materi

  COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-7. Koneksi Antar Materi   1.        Tuliskan kaitan antara CP mata pelajaran yang Anda ampu dengan CP CT untuk fase yang akan Anda ampu! Dalam fase F pada mata pelajaran Basis data, peserta didik diajarkan untuk memahami dan menerapkan berbagai aspek pengelolaan basis data, termasuk konsep struktur, aturan, dan berbagai bahasa pengelolaan data. Ini mengharuskan mereka untuk memiliki kemampuan analitis yang kuat dalam mengelola data dan informasi.   Sementara dalam fase E Computasional Thinking, peserta didik diajarkan untuk menganalisis dan memilih solusi terbaik dari berbagai strategi algoritmik, dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari setiap solusi. Mereka juga belajar merancang struktur data yang lebih kompleks dan abstrak.   Kaitan antara keduanya adalah bahwa keduanya menekankan kemampuan analitis yang kuat, pemecahan...

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep   1.     Menurut Anda, bagaimana posisi CT di Indonesia jika dibandingkan keberadaannya di beberapa negara lain yang sudah berupaya terlebih dahulu untuk memasukkan CT ke dalam kurikulumnya? Posisi Berpikir Komputasional (CT) di Indonesia terlihat sedang berkembang dan mengikuti tren global. Beberapa negara lain telah lebih dulu memasukkan CT ke dalam kurikulum pendidikan mereka, sementara di Indonesia, hal ini mungkin masih dalam proses pengembangan. Namun, upaya dan kesadaran untuk mengintegrasikan CT dalam pendidikan semakin meningkat, menunjukkan komitmen untuk memajukan pendidikan berbasis teknologi dan berpikir komputasional di Indonesia.   

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep

  COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-3. Eksplorasi Konsep   1.        Bagi calon guru kelas I sampai VI. Ceritakan dengan kata-kata Anda sendiri terkait peningkatan capaian yang ada pada fase A sampai C. Apakah Anda dapat melihat peningkatan capaian dari fase A-C? Jelaskan jawaban Anda ! Kita bisa melihat peningkatan capaian dari fase A hingga fase C dalam pengembangan berpikir komputasional. -           Pada fase A, peserta didik belajar menggunakan berpikir komputasional untuk menyelesaikan masalah sederhana sehari-hari dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mengelompokkan objek konkret. -             Pada fase B, mereka menjadi lebih cakap dalam menggunakan berpikir komputasional dengan membandingkan, memilih, memilah, dan menyusun himpunan data kecil hasil abstraksi benda konkret. Mereka juga belajar untuk...

COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-2. Mulai dari Diri

  COMPUTASIONAL THINKING SEL.09.2-T2-2. Mulai dari Diri   1.        Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT di dalam Kurikulum Merdeka? Menurut pendapat saya penting untuk memasukkan pemikiran komputasi dalam kurikulum karena itu akan membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir analitis, pemecahan masalah, dan pemahaman teknologi. Hal ini relevan dalam dunia yang semakin tergantung pada teknologi dan komputasi.   2.        Karena CT berada dalam kurikulum, CT dipandang sebagai sesuatu yang perlu dipelajari oleh peserta didik. Menurut Anda, mengapa CT tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri? Computational Thinking tidak diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri karena ini adalah keterampilan dasar yang dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran, seperti matematika, ilmu komputer, dan ilmu pengetahuan lainnya. Integrasi CT ke dalam ku...

01.02.3-T2-8 Aksi Nyata

  PEMAHAMAN PESERTA DIDIK 01.02.3-T2-8 Aksi Nyata   1.     Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari konsep RPP khususnya penyusunan, evaluasi dan refleksi? Setelah mempelajari konsep RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dengan fokus pada penyusunan, evaluasi, dan refleksi, beberapa pemahaman baru yang saya peroleh meliputi:   1. Penyusunan RPP: RPP adalah dokumen penting dalam perencanaan pembelajaran. Ini mencakup tujuan pembelajaran, strategi pengajaran, bahan ajar, dan penilaian. Penyusunan RPP yang baik memerlukan pemikiran yang cermat untuk memastikan pembelajaran yang efektif.   2. Evaluasi RPP: Evaluasi RPP diperlukan untuk memastikan bahwa rencana pembelajaran tersebut sesuai dengan standar kurikulum dan tujuan pembelajaran. Evaluasi juga membantu guru memperbaiki RPP mereka jika diperlukan.   3. Refleksi: Refleksi adalah proses penting dalam perbaikan pengajaran. Guru ...

01.02.3-T2-7 Koneksi Antar Materi

  PEMAHAMAN PESERTA DIDIK 01.02.3-T2-7 Koneksi Antar Materi   1.     Berdasarkan rencana pembelajaran yang telah dirancang oleh seorang guru, apakah guru perlu melakukan penilaian terhadap semua kegiatan yang dilakukan? Atau apakah guru dapat memilih beberapa kegiatan tertentu saja? Guru perlu melakukan penilaian terhadap beberapa kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, bukan semua kegiatan.   2.     Menurut Anda, apa hal yang perlu guru pertimbangkan dalam menentukan asesmen yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ia rancang? Mengapa demikian? Guru perlu mempertimbangkan apakah asesmen tersebut akan mengukur pemahaman siswa terhadap tujuan pembelajaran, serta sejauh mana asesmen itu relevan dengan materi yang diajarkan. Hal ini penting agar penilaian dapat memberikan informasi yang akurat tentang kemajuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.